 Keunggulan yang dimiliki SMKN 9 Padang dari sekolah kejuruan lainya yaitu:
Proses pembelajaran praktek lebih dominan dari pada teori. Proses belajar praktek dilakukan secara nyata/ril bukan silmulasi atau pura-pura.
Untuk pembelajaran di jurusan Akomondasi Perhotelan (AP) langsung dilakukan di hotel. Karena SMKN 9 Padang memiliki hotel yang diberi nama edOTEL Bundo Kandung. Jadi proses pembelajaran jurusan ini langsung ke hotel bukan silmulasi dilokal saja. Langsung berhadapan dengan tamu hotel yang sebenarnya dan dilayani dengan sebenarnya juga. Disamping belajar, karena melayani tamu hotel yang sebenarnya, siswa tersebut diberikan gaji/penghasilan. Intinya, siswa belajar sambil bekerja.
Jurusan Restoran juga demikian, sering di minta orang untuk memasak masakan pesta (catering). Sehingga setiap hari jumat, sabtu dan minggu para siswa sering diminta orang keluar untuk membuat masakan sekaligus melayani tamunya. Pengalaman jurusan cukup dewasa, karena sering kali diminta untuk melayani jamuan makam malam tamu negara dari luar negeri, pejabat negara atau pemerintah daerah di sebuah acara di kota Padang dan Sumatera Barat. Termasuk membuat masakan catering untuk jamaah haji emberkasi Sumbar selama tiga tahun belakang ini sejak 2006. Disini, siswa juga menerima uang, begitu juga sekolah. Sehingga sekolah dan siswa sudah memiliki penghasil sendiri secara mandiri dengan menjual kepandaian yang dimiliki.
Selanjutnya peralatan pembelajaran praktek di SMKN 9 Padang sudah berstandar internasional. Karena mendapat bantuan dari Austria, sekaligus meminta para guru untuk berlatih di negara tersebut.
SMKN 9 Padang sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 bidang manajeman mutu. Sehingga dunia internasional sudah mengakui standar mutu di sekolah ini.
Tahun 2008 ini SMKN 9 Padang maju sebagai sekolah rintisan bertaraf internasioanal. Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan berjuang menjadi sekolah kejuruan bidang pariwisata kelas dunia. Serta ditunjuk sebagai koordinator wilayah 3 (Sumbar, Bengkulu, Jambi) penyelenggara tes TOEIC internasional oleh Dirjen Depdiknas tahun 2007.
|